Sulit membayangkan kondisi dakwah dan Agama Islam di Papua, sebuah kota di ujung Timur Indonesia. Beberapa waktu lalu, jamaah Gedung Cyber mendapatkan cerita langsung dari putra daerah sekaligus salah satu dai yang berdakwah di sana. Ustadz Fadlan atau Ustadz Sabun, begitu ia biasa disapa.
Selasa, 06 Juli 2010
Rabu, 23 Juni 2010
Kekasih Putera Kekasih
Umurnya mencapai 20 tahun ketika Rasulullah SAW memilihnya untuk menjadi komander pasukan yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Ansar. Siapa gerangan pemuda yang memperoleh kepercayaan dari Nabi SAW sehingga baginda menempatkannya pada jabatan yang besar, menyandarkan kepadanya tugas besar dan memuliakannya ini?
Ayah pemuda itu tak lain adalah Zaid Ibn Haritsah, salah seorang sahabat Nabi, yang juga salah satu kecintaan baginda SAW. Rasulullah SAW mendidik Usamah sejak kecil, dan mencintainya sebagaimana ia mencintai dan mengasihi Hasan, Husein dan Fatimah Az-Zahra.
Baginda memberi gelaran kepadanya sebagai “Kekasih putera kekasih.”
Ayah pemuda itu tak lain adalah Zaid Ibn Haritsah, salah seorang sahabat Nabi, yang juga salah satu kecintaan baginda SAW. Rasulullah SAW mendidik Usamah sejak kecil, dan mencintainya sebagaimana ia mencintai dan mengasihi Hasan, Husein dan Fatimah Az-Zahra.
Baginda memberi gelaran kepadanya sebagai “Kekasih putera kekasih.”
Selasa, 22 Juni 2010
Koleksi Puisi SMS Ucapan Ramadhan 1429 H
KEKASIH
Siang hari menahan dahaga,
sebagai bukti cinta padaNya
Malam hari tarawih dijaga,
karena ingin jadi kekasihNya
Siapa yang tak akan gembira,
berkesempatan besar dekat denganNya
Selamat berpuasa
Semoga kita dilimpahi cintaNya
sebagai bukti cinta padaNya
Malam hari tarawih dijaga,
karena ingin jadi kekasihNya
Siapa yang tak akan gembira,
berkesempatan besar dekat denganNya
Selamat berpuasa
Semoga kita dilimpahi cintaNya
aku tanpa MU
Bagai terjebak di lautan dalam tak berdasar
diombang-ambing ombak nan dahsyat
diatas ombak ada ombak lagi yang lebih dahsyat
diatasnya gumpalan awan gelap gulita
awan hitam yang tindih menindih
saat ku keluarkan tangan tak dapat kulihat
gelap gulita hitam pekat dingin tanpa cahaya
diombang-ambing ombak nan dahsyat
diatas ombak ada ombak lagi yang lebih dahsyat
diatasnya gumpalan awan gelap gulita
awan hitam yang tindih menindih
saat ku keluarkan tangan tak dapat kulihat
gelap gulita hitam pekat dingin tanpa cahaya
Jumat, 11 Juni 2010
Jangan Jadi “Negara Porno”
Ehm, jangan marah atau gondok duluan ya baca judul artikel kali ini. Bukan maksud mo menjelek-jelekkan (backsound: karena udah jelek), tapi ini sebagai warning dan renungan aja buat kita semua. Gimana nggak, dari tahun jebot ampe sekarang, masalah pornografi dan perbuatan porno selalu hadir di tengah masyarakat kita. Di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani.
Bro, konten bernuansa pornografi sebenarnya udah tersebar banyak di media. Baik di media cetak maupun media elektronik. Oya, termasuk dalam hal ini adalah di internet yang kini lagi marak dibahas. Setelah lima tahun digodok, Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa (25/3/2008). Dengan adanya UU ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi penerapan hukum di dunia maya di Indonesia. Situs porno atau pornografi di internet akan diblokir atau paling tidak kini diatur UU. Salah satu pasal yang dianggap krusial dalam UU ITE adalah diblokirnya situs-situs porno baik dari dalam maupun luar negeri.
Islam, I'm in Love
Huhuy! Kesannya gimanaa gitu. Bukan sulap bukan sihir, dan ini juga bukan judul film tandingan Eiffel, I'm in Love . Ini sekadar judul yang moga saja ‘efek'-nya bisa lebih dalem lagi tentang perasaan cinta kita kepada Islam. Tul nggak seh? Moga juga bikin kamu tambah kesengsem kepada Islam. Karena apa? Karena jatuh cinta sama Islam bikin segalanya tampak indah. Bener lho, kagak bo'ong! Sobat muda muslim, banyak jalan untuk jatuh cinta. Banyak ragam cara kita menemu-kan cinta. Itu sebabnya, nggak usah heran bila akhirnya banyak pula yang langsung lengket-masket kepada apa yang dia cintai. Jatuh hati setengah mati. |
Kamis, 10 Juni 2010
Renungkanlah Hawa....
Hawa,
Sadarkah engkau sebelum datangnya cahaya islam, kita dizalimi, hak kita dicerobohi, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau secebis oleh kaum adam, tiada bernilai dimata adam, kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi kini bila rahmat islam menyelubungi alam bila sinar islam berkembang, darajat kita diangkat ,maruah kita terpelihara, kita dihargai dan di pandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan didunia ini melainkan wanita solehah.
Memuliakan Wanita
Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi’ bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat Al Jatsiyah.
Siapkah Anda Kalau Besok Kiamat?
Semua harus Anda lakukan dengan cepat sebelum kiamat akhirnya benar-benar datang dan menutup kesempatan untuk bertobat
Sampai kapan pun, manusia tidak akan dapat mengungkap tabir rahasia terjadinya kiamat. Karenanya, yang menjadi inti permasalahan ketika kita berbicara kiamat adalah sudah siapkah kita dengan berbagai perbekalan untuk menjalani hari-hari setelah kiamat di akhirat?
Katakanlah Dalam Hatimu ...
JADILAH MANUSIA PALING BAIK DI SISI ALLOH.
JADILAH MANUSIA PALING BURUK DALAM PANDANGAN DIRIMU SENDIRI.
JADILAH MANUSIA BIASA DI HADAPAN ORANG LAIN.
Waspada 8 Dosa Lisan
Jika lisan adalah dua mata pisau, maka pergunakanlah lisan dengan sebaik-baiknya.
Lidah memang diciptakan oleh Allah tidak bertulang, agar manusia dapat berucap dengan sempurna. Akan tetapi sering sekali orang bilang “lidah memang tidak bertulang, wajar saja jika berbohong” Jika memang seperti itu adanya, bagaimana jika Allah menciptakan lidah dengan bertulang agar manusia tidak lagi berdusta?
Keindahan Rasulullah SAW
Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra :
“Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang, apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?), maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra :
“Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang)
(Shahih Bukhari hadits no.3359, hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).
Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra : “wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan”
(Shahih Muslim hadits no.2344, hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297),
demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan : “seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam Tirmidzi), demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah manusia yang bibirnya paling indah”.
Aku Ingin Anak Lekakiku Menirumu
Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya:
"Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!"
Suamiku menjawab:
"Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku."
Langganan:
Postingan (Atom)

